Sabtu, 01 Oktober 2011

Tugas Metode Riset 2

Revisi analisis jurnal 1

ANALISA KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PSMA ON-LINE PADA UNIVERSITAS GUNADARMA
Oleh : Roland Tanggu Ndendo & Hotniar Siringoringo 

Tema : Kepuasan Konsumen

Latar belakang
Dewasa ini persaingan dalam bisnis semakin ketat. Untuk dapat bertahan   perusahaan  perlu  merencanakan strategi  pemasarannya. Hal yang mendasar dalam strategi pemasaran adalah pemahaman  tentang konsep  pemasaran, dimana kepuasan konsumen adalah titik sentralnya. Kepuasan terkait dengan  kualitas produk atau jasa. Jadi untuk   dapat bertahan  dan  mencapai tujuan  perusahaan yang bersifat umum yaitu laba maka perusahaan perlu memperhatikan  kualitas produk atau jasanya agar  konsumen merasa puas, jadi disini nilai kualitas dipandang  dari sisi    puas atau tidaknya  konsumen. Memuaskan konsumen tidaklah mudah, karena  bersifat  relatif,  untuk  itu  maka perlulah manajemen memahami’ konsumennya. Dalam  literatur   pemasaran agar dapat memahami’  konsumen biasanya   manajemen  perlu  membuat suatu apa  yang disebut dengan pema- saran sasaran. Pada penelitian ini pem- bahasan hanya dibatasi pada kepuasan konsumen saja. Kepuasan bersifat relatif karena itu  maka  tolak  ukur  kualitamenurut konsumen pun bisa berbeda-beda, teta- pi disisi lain manajemen perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang terkan- dung dalam produk yang dapat memu- askan konsumen, agar konsumen tetap setia membeli produk yang dihasilkan perusahaan.

Masalah
Apakah pengaruh tinggat kepuasan mahasiswa gunadarma terhadap pelayanan PSMA on-line

Tujuan
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui seberapabesar kepuasan mahasiswa gunadarma terhadap pelayanan PSMA on-line

Metodelogi
Data dan Sample
Data yang digunakan merupakan data primer, dengan responden seluruh mahasiswa Univer- sitas Gunadarma. Kuesioner penelitian  yang  disebarkan  kepada 390 responden terbagi atas tiga bagian, yakni profil responden, kuesioner persepsi, dan kuesioner   harapan. Responden   penelitian 74.6%  merupakan  pria  dan  sisanya  adalah perempuan. Usia responden berkisar antara 18-


 
 25 tahun,  dengan persentase terbesar  adalah umur 20 tahun dan 22 tahun.   Semua jurusan yang  ada  di  Universitas  Gunadarma  terwakili oleh responden terpilih.

Alat Analisis



 




 
Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang bersifat terbuka dan tertutup. Rancangan  kuesioner  yang  digunakan  terdiri dari  beberapa  bagian  yaitu  profil  responden, persepsi dan harapan  kualitas pelayanan

Model Penelitian
Menggunakan diagram kartesius merupakan alat analisis yang diguna- kan untuk menentukan strategi peningkatan pelayanan  dengan  melihat  hubungan  kinerja atau tingkat  pelaksanaanpelayananyang dilakukan oleh pihak  perusahaan dengan kepuasan yang diharapkan oleh pelanggan. Diagram kartesius merupakabangunan  yang terdiri dari 4 bagian yang dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan tegak lurus pada titik x rata-rata    dan  y  rata-rata. Titik  x rata-rata merupakan nilai skor rata-rata dari tingkat pelaksanaan atau kepuasan pelanggan seluruh faktor/atribut. Titik y rata-rata merupakan nilai skor rata-rata dari tingkat kepentingan seluruh faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Kuadran A, B, C dan D menunjukkan tingkat prioritas atribut. Kuadran A, menunjuk- kan prioritas atribut yang dianggap penting dan perlu       diperbaiki. Kuadran B,       menunjukkan prioritas atribut yang dianggap penting dan perlu dipertahankan karena pelanggan dianggap telah terpuaskan. Kuadran C, menunjukkan prioritas atribut yang dianggap kurang penting tetapi tingkat kepuasan        konsumen cukup baik. Kuadran D, menunjukkan prioritas atribut yang kurang dianggap penting tetapi tingkat kepuasan konsumen sangat puas.











 
Gambar 4. Diagram Kartesius Sumber: Husein Umar (2000)

Variable Penelitian
Variabel penelitian adalah va- riabel persepsi, variabel harapan, dan varibel kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan PSMA On-line. Persepsi dan harapan diukur meng-gunakan lima (5) dimensi yaitu keandalan, bukti langsung, empati, daya tanggap, dan jaminan.

Tahapan Penelitian
Kuesioner terlebih dahulu diuji validitas dan reliabiltasnya sebelum digunakan sebagai instrumen penelitian.
 
Gambar 6

Diagram Kartesius Dimensi Bukti Langsung

Kepuasan pelanggan dimensi empati diukur hanya dengan satu atribut, yaitu ketepatan karyawan PSMA On-line menanggapi pertanyaan/keluhan mahasiswa. Kesenjangan bernilai negatif, artinya harapan pelanggan akan kecepatan karyawan PSMA On-line menanggapi. pertanyaan/keluhan mahasiswa mengenai pelayanan PSMA On-line lebih tinggi dibandingkan apa yang persepsi selama ini. Hal ini mengindikasikan, bahwa pelanggan belum terpuaskan, sehingga perlu dilakukankan evaluasi dan perbaikan pada atribut pelayanan tersebut. Kepuasan pelanggan akan dimensi daya tanggap, yang diukur menggunakan dua atribut, menunjukkan bahwa  ketidakpuasan mahasiwa. Meskipun mahasiswa menujukkan ketidakpuasan akan kedua atribut ini, berdasarkan diagram Kartesius, kedua atribut tidak mendapatkan prioritas penting dalam perbaikan. Dimensi jaminan memiliki dua atribut, dan seperti dimensi lainnya, mahasiswa menun jukkan ketidakpuasan pada kedua atribut. Berdasarkan diagram kartesius, kedua atribut ini merupakan atribut yang harsu diprioritaskan untuk diperbaiki.

Rekomendasi dan implementasi
Kepuasan pelanggan pada kelima dimensi kualitas pelayanan PSMA On-line dianggap belum  cukup  baik.  Hal  ini   mengindikasikan bahwa pelanggan belum terpuaskan dengan sistem pelayanan yang ada saat ini. Atribut pelayanan  yang   perlu   dilakukan   perbaikan adalah ketepatan PSMA On-line mengawali kegiatan pelayanan pada pukul 09.00 WIB, ketepatan karyawan PSMA On-line istirahat dari pukul 12.00 s/d 13.30 WIB, area ruangan pengisian KRS, area ruangan pembuatan KTM, kenyamanan fasilitas AC pada tempat pembuatan KTM, kejelasan  pengeras   suara pada PSMA On-line didengar oleh mahasiswa, kecukupan waktu tambahan yang diberikan PSMA On-line selama 15 hari bagi mahasiswa yang telat mengisi KRS, petugas PSMA On-line membuat   mahasiswa terasa nyaman/aman dalam mengisi KRS dan daftar ulang, dan kemampuan karyawan PSMA On-line menjawab pertanyaan/keluhan mahasiswa mengenai pelayanan PSMA On-line dengan jelas. Atribut tersebut perlu dilakukan perbaikan karena harapan pelanggan tinggi namun kinerja PSMA On-line dianggap rendah.

Referensi:

http://repository.gunadarma.ac.id:8000/193/1/Servqual_dgn_Roland.pdf

Revisi analisis jurnal 2

PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN KARTU PRA BAYAR PRO XL  DI WILAYAH DEPOK
 Oleh : Lira Indri winangsih dan Sudaryanto

Tema : KepuasanKonsumen

Latar belakang
Kepuasan pelanggan merupakan salah satu hal yang paling penting bagi suatu perusahaan, terutama  perusahaan  yang  bergerak di bidang pelayanan dan jasa, baik itu industri rumahan maupun  di perusahaan  besar. Telekomunikasi  belakangan  ini   semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dalam bidang seluler. Kemajuan inipun didorong  dengan  alasan  semakin  banyaknya  persaingan  yang  terjadi  dantara masing-masing  provider  yang  bersaing   menciptakan  keunggulan  dalam  pelayanan penyedia jasa kartu pra bayar, baik jasa pelayanan  materi dalam kartu, maupun jasa pelayanan fisik antara pihak penyedia jasa dan pelanggan  pada  saat terjadi komplain ataupun transaksi. Pelanggan yang merasa terpuaskan akan memberikan tambahan nilai positif, yaitu kesetiaan  pelanggan.  Pelanggan  yang  setia  bukan  hanya  akan  terus  menggunakan pelayanan tersebut, tetapi juga akan menyakinkan orang lain untuk turut serta merasakan pelayanan yang tersedia sebagai pelanggan baru.

Masalah
Seberapa besar pengaruh tinggat kepuasan pelanggan kartu pro-xl terhadap pelayanan Provider tersebut.

Tujuan
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui seberapabesar kepuasan pelanggan kartu Pro-xl terhadap Provider

Metodelogi
Data dan Sample
Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer. Responden terdiri dari 33% wanita dan 67% pria. Dilihat dari usia, usia termuda adalah16 tahun dan tertua 31 tahun. Uang saku dikelompokkan menjadi tiga (3), yaitu kurang dari Rp.  500.000,-,  antara  Rp.500.001,-  sampai Rp.  1.000.000,-,  dan  lebih dari  Rp.1.000.001, Persentase
responden  yang memiliki uang saku Rp. 500.000,- adalah 58,5%, yang memiliki uang saku antara Rp.500.001,- sampai Rp.1.000.000,- sebanyak 36%, dan yang memiliki uang saku Rp.1.000.001,- hanya 5,5%.

Alat Analisis
Instrumen penelitian  adalah  kuesioner. Respondennya  adalah  mahasiswa. Karakteristik responden yang didata adalah jenis kelamin, usia, dan uang saku.

Model Penelitian
Pengukuran Servqual Untuk mengetahui tingkat kepuasan penumpang berdasarkan perhitungan skor dimensi Servqual berdasarkan skor harapan dan skor persepsi masing-masing dimensi beserta rata-rata dari skor rata-rata masing-masing dimensi. Tabel 8 menunjukkan nilai kesenjangan kualitas pelayanan.

Tabel 7.
Perhitungan Servqual masing-masing dimensi Dimensi

Persepsi
(P)
X
Harapan
(H)
Y
Kesenjangan
(P-H)
Kesenjangan
(X-Y)
Bukti langsung
5558
4,635
5788
4,827
-230
-0,192
Keandalan
2715
4,527
2877
4,797
-162
-0,27
Daya Tanggap
3682
4,605
3828
4,785
-146
-0,18
Jaminan
2740
4,57
2886
4,81
-156
-0,24
Empati
3656
4,575
3812
4,765
-156
-0,19
Total
18351

19191

-840

Rata-rata

4,582

4,797

-0,215
Sumber : Hasil pengolahan SPSS

Variable Penelitian
Variabel penelitian adalah harapan  dan persepsi, yang diukur menggunakan lima dimensi  Servqual

Tahapan Penelitian
Kuesioner  terlebih dahulu  diuji  validitas  dan  reliabilitasnya.  Kuesioner dikembangkan  sesuai  dengan dimensi servqual Parasuraman.  Data yang terkumpul selanjutnya diolah untuk mencari selisih  persepsi dan harapan konsumen.   Selisih persepsi dan harapan konsumen akan menunjukkan  tingkat  kepuasan  konsumen. Penentuan atribut  kualitas  yang  perlu diperbaiki diolah menggunakan diagram kartesius.

Analisis  dan Hasil
Prioritas perbaikan kualitas atribut atau dimensi kualitas pelayanan, dapat dilakukan menggunakan diagram kartesius yang terbagi atas empat kuadran. Kuadran 1 dianggap sebagai  atribut yang memiliki prioritas utama untuk  dilakukannya perbaikan,  karena tingkat  harapa yang  tinggi,  namun  tingkat  persepsi  rendah.  Kuadran
2  sebagai pertahanan  prestasi  dengan  tingkat  harapan  tinggi  dan  tingat  persepsi  juga  tinggi. Kuadran 3 memiliki prioritas rendah dengan tingkat harapan rendah dan tingkat persepsi juga rendah, dan  kuadran 4  dianggap  berlebihan, karena tingkat harapan konsumen rendah, sedangkan tingkat persepsinya tinggi. Garis horisontal merupakan rata-rata nilai harapan konsumen terhadap kualitas pelayanan  kartu pra bayar Pro XL. Garis vertikal  merupakan rata-rata nilai persepsi konsumen kartu pra bayar Pro XL terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen.  Pemotongan sumbu vertikal maupun horisontal  berdasarkan  atas rata-rata skor seluruh atribut-atribut kepuasan pelayanan yang diteliti. Atribut yang berada pada kuadran 1 menunjukkan atribut/harapan pelanggan penting  tetapi  kinerja/persepsinya rendah. Atribut  yang demikian sangat perlu untuk diperbaiki oleh pihak manajemen di waktu yang akan datang. Atribut yang terletak pada kuadran ini adalah kartu perdana yang berkualitas bagus, dan kartu pulsa dengan gambar yang menarik dari dimensi bukti langsung, kemudahan untuk mendapatkan kartu perdana, dan kemudahan dalam penggantian pin  dari dimensi keandalan, pelayanan pelayanan pelanggan 24 jam, dan keramahan dan kesopanan  petugas pelayanan pelanggan dari dimensi jaminan. Hasil  ini  menunjukkan  bahwa  pihak  manajemen  harus  dapat  meningkatkan kualitas kartu perdana yang diproduksi menjadi lebih baik, mungkin dari segi kemasan ataupun informasi yang diperlukan bagi konsumen baru. Begitu juga dengan kartu pulsa, dapat dibuat menarik lagi dengan menampilkan gambar yang digemari oleh konsumen. Misalkan dengan memberikan gambar artis terkenal yang menjadi idola para remaja usia 22-25  tahun,  karena  mereka  adalah  konsumen  Pro  XL  dengan  persentase  terbesar. Ternyata  kartu perdana dianggap sulit untuk didapatkan, hal ini mungkin disebabkan karena  penyebarannya  yang  kurang  merata  di setiap  daerah,  khususnya  di  lokasi responden, yaitu wilayah Depok dan sekitarnya. Berarti pihak manajemen harus dapat lebih  memperhatikan  penyebaran  kartu  perdana  dengan  lebih  baik  lagi.  Konsumen merasa kesulitan dalam  penggantian kode pin.   Bila konsumen mengeluhkan kepada pelayan pelanggan tentang penggantian kode pin, diharapkan pelayan pelanggan dapat memberikan kemudahan kepada  konsumen.   Selain itu, pelayanan pelanggan 24 jam sangat  diharapkan  konsumen.  Bil kenyataannya  perusahaan  sudah menyediakan pelayanan pelanggan 24  jam,  tetapi  kenyataannya  konsumen  tidak dapat  menikmati pelayanan tersebut,  hal  itu  bsia  terjadi   karena  susahnya  menghubungi  pelayanan pelanggan walaupun sudah on line 24 jam. Pihak manajemen dapat melakukan perbaikan dengan menambahkan jumlah pelayan pelanggan agar  tidak terjadi penundaan pihak konsumen yang akan menghubungi. Pada saat yang sama terjadinya komunikasi antara konsumen dan pelayanan pelanggan, ternyata konsumen merasa pelayanan keramahan dan  kesopanan  petugas kurang  ramah.  Padahal  ini  merupakan  keutamaan  sebuah perusahaan  dalam  pelayanannya,  dalam memberikan citra  yang  baik  di   hadapan konsumennya.  Pihak  manajemen  dapat  melakukan  perbaikan  dengan memberikan pelatihan kepada petugas pelayanan pelanggan untuk dapat melayani dengan baik dan

Rekomendasi dan implikasi
Dapat disimpulkan bahwa kesesuaian yang terjadi antara persepsi dan harapan konsumen adalah bagus. Keadaan seperti ini dianggap sangat menggembirakan pihak manajemen atas  kesuksesannya memberikan pelayanan yang terbaik dengan memberikan persepsi yang sesuai dengan yang diharapkan konsumen selama ini. Berdasarkan analisis diagram kartesius untuk menentukan strategi yang tepat bagi perusahaan, atribut yang sangat perlu diperbaiki adalah kualitas kartu perdana, tampilan kartu  pulsa, ketersediaan kartu perdana, kemudahan penggantian kode pin, pelayanan pelanggan 24 jam, pelayanan yang kurang ramah dan sopan.

Referensi :
http://repository.gunadarma.ac.id:8000/1873/1/JURNAL_sudaryanto_edit.pdf


Revisi analisis jurnal 3

Analisis Kepuasan Pelanggan pada Produk Tepung Ketan Merk Rose Brand PT Sungai Budi Jakarta
Oleh : Hernama dan Johan

Tema : KepuasanKonsumen

Latar belakang
Dewasa ini persaingan dalam bisnis semakin ketat. Untuk dapat bertahan   perusahaan  perlu  merencanakan strategi  pemasarannya. Hal yang mendasar dalam strategi pemasaran adalah pemahaman  tentang konsep  pemasaran, dimana kepuasan konsumen adalah titik sentralnya. Kepuasan terkait dengan  kualitas produk atau jasa. Jadi untuk dapat bertahan  dan  mencapai tujuan  perusahaan yang bersifat umum yaitu laba maka perusahaan perlu memperhatikan  kualitas produk atau jasanya agar  konsumen merasa puas, jadi disini nilai kualitas dipandang  dari sisi    puas atau tidaknya  konsumen. Memuaskan konsumen tidaklah mudah, karena  bersifat  relatif,  untuk  itu  maka perlulah manajemen memahami’ konsumennya. Dalam  literatur pemasaran agar dapat memahami’  konsumen biasanya   manajemen  perlu  membuat suatu apa  yang disebut dengan pema- saran sasaran. Pada penelitian ini pem- bahasan hanya dibatasi pada kepuasan konsumen saja. Kepuasan bersifat relatif karena itu  maka  tolak  ukur  kualitamenurut konsumen pun bisa berbeda-beda, teta- pi disisi lain manajemen perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang terkan- dung dalam produk yang dapat memu- askan konsumen, agar konsumen tetap setia membeli produk yang dihasilkan perusahaan.

Masalah
Berdasarkan hal tersebut di atas maka pokok masalah dalam pene- litian ini adalah:
1.  Apakah konsumen puas dengan produk tepung ketan yang dihasilkan oleh PT.Sungai Budi Jakarta?
2.  Faktor-faktor apa saja   yang dapat memengaruhi kepuasan konsumen?
3.  Bagaimana faktor-faktor terse- but memengaruhi  kepuasan konsumen?

Tujuan
Untuk mengetahui indicator apa saja yang mempengaruhi kepuasan konsumen

Metodelogi
Data dan Sample
Data yang digunakan adalah data  primer dengan  variabetingkat kepuasan. Metode  sampling  yang  digunakan  adalah  pemilihan  sampel  secara acak. Untuk menentukan besarnya sam pel maka digunakan tabel           Krejcie dengan kesalahan 5% (Sugiyono,2005). Menggunakan  table Krejcie, sample minimum yang harus digunakan adalah 97 responden bila jumlah populasi sebesar 130 orang. Jadi, untuk memudahkan perhitungan sampel yang digunakan   dalam   penelitian   ini   ber- jumlah 100 responden.

Alat Analisis
Instrumen  penelitian menggunakan kuesioner.

Model Penelitian
Tingkat kepuasan diukur menggunakan skala Likert, dengan lima (5)  kategori,  seperti  yang  ditunjukkan Tabel 1 (Supranto, 1997). Skala Likert diperlakukan sebagai   suatu  skala  ordinal  (Cooper  dan Emory,  1996).

Tabel 1. Kategori skala Likert

Tingkat Kepuasan
Nilai
1.  Sangat Puas/Penting/ Setuju
2 Puas/Penting/Setuju
3 Netral
4 Tidak
Puas/Penting/Setuju
5.  Sangat  Tidak  Puas/ Penting/ Setuju
5

4
3
2

1

 











Variable Penelitian
Tingkat kepuasan diukur menggunakan skala Likert

Tahapan Penelitian
Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap.  Tahap pertama adalah analisis tingkat kepentingan-kinerja. Tahap ana-lisis data berikutnya adalah pengujian hipotesis.

Analisis  dan Hasil




Kuadran B menunjukkan elemen produk yang dianggap oleh konsumen telah  dilaksanakan  pihak  perusahaan dengan  baik,  konsumen  sudah  puas. Tugas manajemen perusahaan di masa mendatang adalah untuk tetap memper- tahankan kinerja yang sudah bagus ini. Indikator yang termasuk didalam kuad- ran  B  adalah  hiegenis, homogenitas kualitas pada produk olahan. Kuadran C menunjukkan indikator yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan biasa-biasa saja.  Indikator yang terma- suk  di dalam kuadran C adalah rasa gurih, warna yang lebih putih, kemasan sesuai   dengan  kebutuhan  konsumen, produk   yan tidak   cepat   basi dan kemasan  yang  menarik.       Kuadran  D menunjukkan  indikator  yang  dianggap kurang  penting   oleh konsumen akan tetapi  dilaksanakan  oleh  pihak  mana jemen perusahaan dengan baik. tidak ada indikator di dalam Kuadran D ini.

Rekomendasi dan implikasi
Pada umumnya konsumen merasa puas terhadap kualitas produk tepung ketan yang diproduksi PT Sungai Budi, namun ada beberapa  indikator yang perlu mendapat perhatian pihak manajemen,  yaitu  wangi/harum,  lebih kering dan  dapat  digunakan untuk berbagai  macam  kue.  Pada  ke  tiga indikator  ini  konsumen  merasa  bahwa produk tepun ketan   Rose   Brand kurang  memuaskan. Manajemen perusaha-an  perlu mempertahankan dan  meningkatkan indikator hiegenis dan kualitas.

Referensi :
http://repository.gunadarma.ac.id:8000/507/1/Hernama79-91.pdf


Jumat, 23 September 2011

KEPUASAN KONSUMEN

FAKTOR YG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN JASA INTERNET PADA WARNET DIKEBAGUSAN
Oleh : Rini Agustina
Tema : Kepuasan Konsumen

1.PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Seiring berkembangnya zaman yang semakin pesat. Begitu juga dalam usaha bisnis banyak sekali mengalamai persaingan dalam bisnis. Tak terkecuali perkembangan “WARNET” atau sering kita kenal dengan warung internet sekarangpun telah banyak kita jumpai karna internet sendiri bukanlah hal yang baru dimata masyarakat modern seperti saat ini. adapun alasan mengapa orang lebih memilih menggunakan jasa internet disbanding memasang internet sendiri dirumah selain biaya yang dapat dikontrol dan juga murah bila dibanding memasang internet sendiri dirumah yang  terkesan lebih mahal. Karna tuntutan konsumen yang semakin komleks agar warnet ini berhasil dalam mencapai tujuannya maka diperlukan analisis konsumen salah satunya adalah dengan cara bauran pemasaran, individu konsumen dan pengaruh lingkungan. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi perilaku konsumen baik secara parsial maupun simultan.

1.2 Masalah 
Berdasarkan latar belakang diatas adapun masalah dari penelitian ini antara lain :
1.       Apakah factor bauran pemasaran , factor individu dan factor pengaruh lingkungan mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan, baik secara parsial maupun simultan
2.       Dari factor bauran pemasaran, factor individu konsumen dan factor pengaruh lingkungan variable manakah yang dominan mempengarudi konsumen dalam membuat keputusan pemakaian jasa warnet ?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah :
  1. Untuk mengetahui pengaruh factor bauran pemasaran, factor individu konsumen dan factor pengaruh lingkungan terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan kepurusan pemakaian jasa warnet baik secara parsial maupun silmutan.
  2. Untuk mengetahui pengaruh paling dominan dari factor bauran pemasaran, factor individu konsumen dan factor pengaruh lingkungan terhadap pengambilan keputusan pemakaiaan jasa warnet dikebagusan

Senin, 30 Mei 2011

Sistem politik & strategi dalam pembangunan nasional

SISITIM POLITIK DIBERBAGAI NEGARA

Beberapa Teori Pembagian Kekuasaan Eropa adalah benua yang kaya akan ideologi politik. Hal ini tidak terlepas dari sejarah dan berbagai budaya literasi yang berkembang di sana. Paham-paham politik modern yang dianut oleh benua lain berakar dari sana. Berikut beberapa *sistem politik di berbagai negara * Eropa yang banyak mempengaruhi peta politik dunia.

Monarki
Sistem politik ini sifatnya kerajaan. Seorang kepala negara ditunjuk secara turun-menurun, bukan melalui pemilihan. Menurut Jason Duguit dalam /Traite de Doit Constitutional, /jika ingin melihat apakah negara ini monarki atau bukan, lihatlah apakah dia mempunyai raja atau tidak. Jika memiliki raja, berarti ia menganut monarki. Monarki terus berkembang hingga melahirkan beberapa cabang, di antaranya sebagai berikut.

1. Monarki Absolut
Sistem pemerintahan yang mendaulatkan semua pemegang kebijakan pada raja atau ratunya. Seluruh rakyat harus patuh terhadap undang-undang yang dibuat oleh raja dan ratu. Kekuasaan mereka tidak terbatas. Monarki absolut pernah diterapkan di Prancis pada zaman Raja Louis XIV yang tekenal dengan semoboyan "negara adalah saya".

2. Monarki Konstitutional
Dalam sistem pemerintahan ini, kekuasaan raja dan ratu terbatas. Ia harus melihat undang-undang sebelum bertindak. Jadi, raja dan ratu tidak bisa berbuat semena-mena. Sistem pemerintahan ini pernah dianut oleh Denmark.

3. Monarki Parlementer
Sistem monarki yang paling kompleks. Raja dan ratu hanya sebagai simbol kekuasaan dan tidak mempunyai kekuatan dalam mengambil kebijakan. Semua kebijakan dilakukan oleh perdana menteri yang bertanggung jawab kepada parlemen. Negara Eropa yang menganut sistem ini adalah Inggris dan Belanda.

Komunisme
Ini adalah sebuah paham politik yang diciptakan oleh Marx dan Engles. Berawal dari protes terhadap kapitalisme pada abad ke-19. Dalam paham ini, buruh dan tani dianggap menjadi kekuatan utama sebuah negara. Tujuan utama komunisme adalah menghilangkan kelas antara kaum kapitalis dan proletar. Yang berarti, dalam sebuah negara penganut komunis . Semua sifatnya rata dan sama. Tidak ada si kaya dan miskin. Semua produksi dan sistem ekonomi sepenuhnya dikuasai oleh negara.

Di Eropa, ideologi politik ini sangat identik dengan negara Rusia. Bahkan, untuk mendalami komunis, beberapa tokoh komunis Indonesia harus belajar ke Rusia. Ideologi politik ini sempat diterapkan oleh Uni Soviet dan Rusia pada zaman kekuasaan Vladimir Stalin dan Lenin.

Republik
Dalam republik, sistem pemerintahan sebuah negara dibangun oleh rakyat. Bukan melalui keturunan bangsawan , seperti monarki. Ciri-ciri yang paling spesifik dari sebuah negara yang menganut sistem pemerintahan republik adalah diadakannya pemilihan umum dalam memilih presiden. Ketika bentuk pemerintahan sudah menjadi republik, demokrasi harus menjadi acuan utama negara tersebut. Beberapa negara Eropa yang menganut sistem ini, antara lain Jerman, Italia , dan Swiss

STRATEGI DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL
Strategi Pembangunan Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2004-2009 menetapkan 2 (dua) strategi pokok,yaitu:
1. Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan untuk menyelamatkan system ketatanegaraan Republik Indonesia berdasarkan semangat,jiwa,nilai dan consensus dasar yang melandasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi Pancasila; Undang-undang Dasar 1945(terutama pembukaan Undang-Undang Dasar 1945); tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tetap berkembangnya pluralism dan keragaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
2. Strategi pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang yang merupakan perwujudan dari amanat yang tertera jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terutama dalam pemenuhan dasar rakyat dan penciptaan landasan pembangunan yang kokoh.

VISI DAN MISI STRATEGI PEMBANGUNAN NASIONAL
1. Visi
• Terwujudnya kehidupan masyarakat,bangsa dan Negara yang aman, bersatu, rukun, dan damai.
• Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan dan hak azasi manusia.
• Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan kehidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.
• Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai.
• Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis.
• Serta mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
2. Misi
• Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai.
• Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis.
• Serta mewujudkan Indonesia yang sejahtera.



http://www.anneahira.com/sistem-politik-di-berbagai-negara.htm

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/strategi-dalam-pembangunan-nasional-indonesia-2/

Pengertian politik,strategi dan penentu kebijakan pemerintah

PENGERTIAN POLITIK
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
• politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
• politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
• politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
• politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.

HAL YANG BERKAITAN DENGAN POLITIK
PARTAI DAN GOLONGAN

HUBUNGAN INTERNATIONAL
Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional adalah hubungan antar negara, namun dalam perkembangan konsep ini bergeser untuk mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara. Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional diperankan hanya oleh para diplomat (dan mata-mata) selain tentara dalam medan peperangan. Sedangkan dalam konsep baru hubungan internasional, berbagai organisasi internasional, perusahaan, organisasi nirlaba, bahkan perorangan bisa menjadi aktor yang berperan penting dalam politik internasional.
Peran perusahaan multinasional seperti Monsanto dalam WTO (World Trade Organization/Organisasi Perdagangan Dunia) misalnya mungkin jauh lebih besar dari peran Republik Indonesia. Transparancy International laporan indeks persepsi korupsi-nya di Indonesia mempunyai pengaruh yang besar. Persatuan Bangsa Bangsa atau PBB merupakan organisasi internasional terpenting, karena hampir seluruh negara di dunia menjadi anggotanya. Dalam periode perang dingin PBB harus mencerminkan realitas politik bipolar sehingga sering tidak bisa membuat keputusan efektif, setelah berakhirnya perang dingin dan realitas politik cenderung menjadi unipolar dengan Amerika Serikat sebagai kekuatan Hiper Power, PBB menjadi relatif lebih efektif untuk melegitimasi suatu tindakan internasional sebagai tindakan multilateral dan bukan tindakan unilateral atau sepihak. Upaya AS untuk mendapatkan dukungan atas inisiatifnya menyerbu Irak dengan melibatkan PBB, merupakan bukti diperlukannya legitimasi multilateralisme yang dilakukan lewat PBB.
Untuk mengatasi berbagai konflik bersenjata yang kerap meletus dengan cepat di berbagai belahan dunia misalnya, saat ini sudah ada usulan untuk membuat pasukan perdamaian dunia (peace keeping force) yang bersifat tetap dan berada di bawah komando PBB. Hal ini diharapkan bisa mempercepat reaksi PBB dalam mengatasi berbagai konflik bersenjata. Saat misalnya PBB telah memiliki semacam polisi tetap yang setiap saat bisa dikerahkan oleh Sekertaris Jendral PBB untuk beroperasi di daerah operasi PBB. Polisi PBB ini yang menjadi Civpol (Civilian Police/polisi sipil) pertama saat Timor Timur lepas dari Republik Indonesia.
Hubungan internasional telah bergeser jauh dari dunia eksklusif para diplomat dengan segala protokol dan keteraturannya, ke arah kerumitan dengan kemungkinan setiap orang bisa menjadi aktor dan memengaruhi jalannya politik baik di tingkat global maupun lokal. Pada sisi lain juga terlihat kemungkinan munculnya pemerintahan dunia dalam bentuk PBB, yang mengarahkan pada keteraturan suatu negara (konfederasi?).

MASYARAKAT
adalah sekumpulan orang orang yang mendiami wilayah suatu negara.

KEKUASAAN
Dalam teori politik menunjuk pada kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. Max Weber menuliskan adanya tiga sumber kekuasaan: pertama dari perundangundangan yakni kewenangan; kedua, dari kekerasan seperti penguasaan senjata; ketiga, dari karisma.

NEGARA
negara merupakan suatu kawasan teritorial yang didalamnya terdapat sejumlah penduduk yang mendiaminya, dan memiliki kedaulatan untuk menjalankan pemerintahan, dan keberadaannya diakui oleh negara lain. ketentuan yang tersebut diatas merupakan syarat berdirinya suatu negara menurut konferensi Montevideo pada tahun 1933

TOKOH DAN PEMIKIR ILMU POLITIK

MANCANEGARA
Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik, modern maupun kontempoter antara lain adalah: Aristoteles, Adam Smith, Cicero, Friedrich Engels, Immanuel Kant, John Locke, Karl Marx, Lenin, Martin Luther, Max Weber, Nicolo Machiavelli, Rousseau, Samuel P Huntington, Thomas Hobbes, Antonio Gramsci, Harold Crouch, Douglas E Ramage.

INDONESIA
Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Indonesia adalah: Miriam Budiharjo, Salim Said dan Ramlan Surbakti.

PENGERTIAN STRATEGI
Definisi Strategi. Strategi dalam pelaksanaan, yaitu upaya bagaimana mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan. Karena strategi merupakan upaya pelaksanaan, maka strategi pada hakikatnya merupakan suatu seni yang implementasinya didasari oleh intuisi, perasaan dan hasil pengalaman. Strategi juga dapat merupakan ilmu, yang langkah-langkahnya selalu berkaitan dengan data dan fakta yang ada. Seni dan ilmu digunakan sekaligus untuk membina atau mengelola sumber daya yang dimiliki dalam suatu rencana atau tindakan. Strategi biasanya menjangkau masa depan, sehingga pada umumnya strategi disusun secara bertahap dengan memperhitungkan factor-faktor yang mempengaruhinya.

TINGKAT PENENTU KEBIJAKAN DALAM PEMERINTAHAN:
1. Tingkat penentu kebijakan puncak
a. Meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan undang-undang dasar.

b. Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum pada pasal 10 sampai 15 UUD 1945, tingkat penentu kebijakan puncak termasuk kewenangan Presiden sebagai kepala negara.
2. Tingkat kebijakan umum
Merupakan tingkat kebijakan di bawah tingkat kebijakan puncak, yang Iingkupnya menyeluruh nasional dan berisi mengenai masalah-masalah makro strategi guna mencapai idaman nasional dalam situasi dan kondisi tertentu.
3. Tingkat penentu kebijakan khusus
Merupakan kebijakan terhadap suatu bidang utama pemerintah. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan umum guna merumuskan strategi, administrasi, sistem dan prosedur dalam bidang tersebut. Wewenang kebijakan khusus ini berada di tangan menteri berdasarkan kebijakan tingkat di atasnya.
4. Tingkat penentu kebijakan teknis
Kebijakan teknis meliputi kebijakan dalam satu sektor dari bidang utama dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana, program dan kegiatan.
5. Tingkat penentu kebijakan di daerah
Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak pada Gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerahnya masing-masing.

Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. Kebijakan tersebut berbentuk Peraturan Daerah (Perda) tingkat I atau II.



Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Politik

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2117278-pengertian-strategi/##ixzz1Nu68fbz0

Sabtu, 16 April 2011

implementasi wawasan nusantara

Implementasi Wawasan Nusantara

1. Pengertian Implementasi
Implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yangsenantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain, wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara.

2. Pengertian Wawasan Nusantara
a. Prof.Dr. Wan Usman
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

b. Kelompok kerja LEMHANAS 1999
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan Iingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
Berikut ini merupakan pengertian Imlementasi Wawasan Nuasantara berdasarkan
POLEKSOSBUDHANKAM :

*Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. Hal tersebut tampak dalam wujud pemerintahan yang kuat aspiratif dan terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat.

*Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata.

*Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia Tuhan.

*Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan pertahanan dan keamanan akan menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa, yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada tiap warga negara Indonesia. Kesadaran dan sikap cinta tanah air dan bangsa serta bela negara ini menjadi modal utama yang akan mengerakkan partisipasi setiap warga negara indonesia dalam menghadapi setiap bentuk ancaman.

Wawasan nusantara

WAWASAN NUSANTARA
Teori - Teori kekuasaan
Wawasan nasional suatu bangsa di bentuk dan di jiwai paham kekuasaan dan Geopolitik yang dianutnya .
1. Paham – paham Kekuasaan
a. Paham Machiavelli
Dalam bukunya tentang politik dengan judul : The Prince Machiavelli memberikan pesan tentang cara membentuk kekuatan politik yang besar agar sebuah negara dapat berdiri kokoh, di dalam terkandung beberapa kostulat dan cara pandang bagaimana memelihara kekuasaan politik menurut Machiavelli , sebuah negara akan bertahan bila menerapkan dalil-dalil :
• Pertama, dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara di halalkan
• Kedua, untuk menjaga kekuasaan rezim , politik adu domba adalah sah.
• Ketiga, dalam dunia politik ,yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.

b. Paham Kaisar Napoleon Bonaparte ( abad XVIII )
Merupakan revilusioner dibidang cara pandang dan pengikut teori Machiavelli .
Napoleon berpendapat bahwa :
• Perang di masa depan akan merupakan perang
total yang mengerahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional
• Kekutan politik harus di dampingi kekutan logistik dan ekonomi nasional yang di dukung sosbud berupa IPTEK sautu bangsa demi untuk membentuk kekutan hamkam dalam mendukung dan menjajah negara negara Perancis . O.K.I terjadi invasi militer besar-besaran oleh napoleon ke negara tetangga dan akhirnya di rusia ( tetapi menjadi bumerang sehingga Napoleon dibuang di pulau Elba )

c. Paham Jenderal Clausewitz.
Bersama dengan era napoleon di rusia hidup jenderal Clausewitz ( diusir napoleon dari negaranya hingga ke rusia ) .
Clau sewitz kahirnya bergabung dan menjadi penasehat militer staf umum tentara kekaisaran rusia .
Jenderal Clausewit menulis sebuah buku tentang perang yang Vom Kriege
Menurut Clausewit, perang adalah :
Kelanjutan politik dengan cara lain .
Peperangan adalah sah –sah saja dalam memcapai tujuan nasional suatu bangsa pemikiran tersebut inilah yang membenarkan / menghalalkan Prusia ber ekspansi sehingga menimbulkan Perang Dunia I dengan kekalahan dipihak Prusia (Kekaisaran Jerman).
Pend. Kewarganegaraan

d. Paham Fuerback dan Hegel .
Pada abad XV11 maraknya paham Perdagangan Bebas ( Merchantilism ) merupakan nenek moyang Liberalisme .
Paham ini berpendapat bahwa :
• Ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya terutama terukur dari emas, Sehingga memicu nafsu konolialisme negara barat
dalam memcari emas ke tempat lain. Inilah yang memotivasi columbus memcari daerah baru yaitu Amerika yang di ikuti Magelhen berkeliling dunia.

e. Paham Lenin ( Abad XIX )
Lenin telah memodifikasi ajaran Clausewitz, menurut Lenin, perang ialah : Kelanjutan politik secara kekerasan .
Bahkan rekan Lenin yaitu ; Mao zhe dong lebih ekstrim lagi ,yaitu perang ialah ;
Kelanjutan politik dengan pertumpahan darah .
Sehingga bagi komunis / Leninisme
• Perang bahkan pertumpahan darah atau revolusi di negara lain diseluruh dunia adalah sah-sah saja ,yaitu dalam kerangka mengkonomiskan seluruh bangsa di dunia.

O.K.I selama perang dingin USSR dan RRC berlomba – lomba mengeksport paham komunis ke seluruh dunia.

f. Paham Lucian W.Pye dan Sidney .
Dalam bukunya : political culture and Political Development, menjelaskan :
• Adanya peranan unsur-unsur subyektif dan psilogis dalam tatanan dinamikan kehidupan politik suatu bangsa, sehingga kemantapan suatu sistem politik dinamika hanya dapat dicapai bila berakar pada kebudayaan politik bangsa . ybs
• Kebudayaan politik akan menjadi pandangan baku dalam melihat kesejahteraan sebagai politik, dengan demikian, maka dalam memproyeksikan eksistensi kebudayaan politik tidak semata-mata di tentukan kondisi-kondisi obyektiftapi juga harus menghayati subyektif psikologis sehingga dapat menempatkan kesadaran dalam kepribadian bangsa

2. Teori - Teori geopolitik
Geopolitik berasal dari kata geo atau bumi, sedangkan politik berarti kekuatan yang berdasarkan pada pertimbangan “dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan dasar nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.

a. Pandangan ajaran Frederich Ratzel
Pada abad ke 19, untuk pertama kalinya Frederich Ratzel merumuskan tentang ilmu bumi politik sebagai hasil penelitian secara ilmiah dan universal (tidak khusus suatu negara).
Pokok – pokok ajaran Frederich Ratzel adalah :
• Dalam hal tertentu pertumbuhan negara dapat dianalogikan dengan pertumbuhan organisme yang memerlukan ruang lingkup melalui proses :
• Lahir – Tumbuh – Berkembang – survive of life, menyusut dan mati.
• Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan, makin luas potensi ruang tersebut, makin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh.
• Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam, hanya yang unggul yang dapat bertahan terus.
• Semakin tinggi budaya suatu bangs
Ilmu bumi politik Ratzel menimbulkan : 2 aliran yaitu
1. Kekuatan di darat Ratzel melihat adanya persaingan antara kedua
2. Kekuatan di laut maka Ratzel mengemukakan pemikiran yang baru.
Dengan meletakan dasar : supra struktur Geopolitik
Yang meliputi : kekuatan total atau menyeluruhsuatu bangsa harus mampu mewadahi pertumbuhannya dihadapkan pada situasi dan kondisi lingkungan geografisnya.
Pemikiran Ratzel menyatakan, bahwa ada keterkaitan antara struktur politik (kekuatan politik) dengan geografi disatu pihak, dengan tuntutan perkembangan atau pertumbuhan negara yang dianalogikan dengan organisme (kehidupan biologis) di satu pihak.

b. Pandangan ajaran Rudolf Kjellen.
Kjellen melanjutkan ajaran Ratzel (Teori Organisme), jika Ratzel negara “dianalogikan” sebagai organisme maka Kjellen menyatakan negara adalah suatu organisme yang dianggap sebagai “Prinsip dasar”
Pokok – pokok ajaran Rudolf Kjellen adalah :
• Negara sebagai satuan biologis, suatu organisme hidup yang juga mempunyai intelektual.
• Tujuan negara dicapai dengan ruangan yang luas untuk pengembangan secara bebas kemampuan rakyatnya.
• Negara merupakan sistem politik atau pemerintahan yang meliputi bidang :
• Geopolitik, ekonomi politik, demo politik, sospol dan kratopol. (pol.pem)
• Negara tidak harus bergantung dengan sumber pembekalan dari luar tapi harus mampu berswasembada dan memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasionalnya.
- Kedalam, mencapai persatuan dan kesatuan yang harmonis
- Keluar, memperoleh batas – batas negara yang lebih baik

c. Pandangan ajaran karl.haushofer.
Pandangan ini berkembang di jerman,kekuasan Adolf Hitler (nasisme) Jepang ,kekuasaan Hako Ichu (militerisme dan fasisme]) Pokok-pokok ajaran Haushofer (menganut ajaran Kjellen) adalah:
• Kekuasaan Imperium Daratan yang kompak akan dapat mengejar

Kekuasaan Imperium Maritim untuk menguasai pengawasan di laut
• Beberapa negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai:
Eropa,Afrika dan Asia Barat (Jerman dan Itali) serta Jepang di Asia Timur Raya.
• Geopolitik ialah doktrin negara yang menitik beratkan pada soal-soal strategi perbatasan ,ruang,ruang hidu bangsa dan tekanan-tekanan kekuasaan dan sosial yang rasial mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam di dunia . (Geopolitik adalah landasan dari tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk memdapatkan ruang hidupnya).

Ajaran Wawasan Nasional Indonesia
Wawasan Nasional Indonesia dibentuik & dijiwai oleh paham kekuasaan bangsa Indonesia & Geopolitik bangsa Indonesia.
1. Paham Kekuasaan Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia yang berfalsafah & berideologi Pancasila menganut paham : tentang perang dan damai berupa, Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan.
Dengan demikian Wawasan Nasional bangsa Indonesia :
• Tidak mengembangkan ajaran tentang kekuatan & adu kekuatan, (karena mengandung benih persengketaan & ekspansionisme), tetapi menyatakan bahwa :
• Idiologi digunakan sebagai landasan idiil dalam menentukan politik nasional yang dihadapkan pada kondisi & konstelasi geografis Indonesia dengan segala aspeknya, agar bangsa Indonesia dapat menjamin kepentingan bangsa & negara, ditengah – tengah perkembangan dunia.

2. Paham Geopolitik Bangsa Indonesia
Pemahaman tentang negara atau state, Indonesia menganut paham Negara Kepulauan yaitu paham yang dikembangkan dari Archipelego Concept (Asas Archipelego) yang memang berbeda dengan pemahaman Archipelego di negara-negara Barat pada umumnya.
Perbedaan yang esensial dari pemahaman ini adalah :
• Menurut Paham Barat peranana laut sebagai pemisah pulau, sedang Paham Indonesia menyatakan laut sebagai penghubung sehingga wilayah negara sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai Satu Tanah Air dan disebut Negara Kepulauan.
BATAS WILAYAH INDONESIA DAN DEKLARASI JUANDA 1957

• MENURUT TZMKO 1993:

TZMKO 1939 tidak menjamin kesatuan wilayah Indonesia sebab wilayah Indonesia menjadi terpisah-pisah, sehingga pada tgl. 13 Desember 1957 pemerintah mengeluarkan Deklarasi Djuanda yang isinya :

1. Segala perairan disekitar, diantara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk negara Indonesia dengan tidak memandang luas/lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar
daripada wilayah daratan Indonesia.

2. Lalu-lintas yang damai di perairan pedalaman bagi kapal-kapal asing dijamin selama dan sekedar tidak bertentangan/mengganggu kedaulatan dan keselamatan negara Indonesia.

3. Batas laut teritorial adalah 12 mil diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar pada pulau-pulau negara Indonesia. Sebagai negara kepulauan yang wilayah perairan lautnya lebih luas dari pada wilayah daratannya, maka peranan wilayah laut menjadi sangat penting bagi kehidupan bangsa dan Negara. Luas wilayah laut Indonesia sekitar 5.176.800 km2. Ini berarti luas wilayah laut Indonesia lebih dari dua setengah kali luas daratannya. Sesuai dengan Hukum Laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982, berikut ini adalah
gambar pembagian wilayah laut menurut konvensi Hukum Laut PBB.

• DEKLARASI DJUANDA 1957:

Secara histories batas wilayah laut Indonesia telah dibuat oleh pemerintah colonial Belanda, yaitu dalam Territorial Zee Maritieme Kringen Ordonantie tahun 1939, yang menyatakan bahwa lebar wilayah laut Indonesia adalah tiga mil diukur dari garis rendah di pantai masing-masing pulau Indonesia. Karenanya di antara ribuan pulau di Indonesia terdapat laut-laut bebas yang membahayakan kepentingan bangsa Indonesia sebagai Negara kesatuan. Untuk mengatasi masalah di atas, pemerintah Indonesia dipimpin oleh PM Juanda pada tanggal 13 Desember 1957 telah mengeluarkan keputusan yang dikenal dengan Deklarasi djuanda, yang isinya :
Demi kesatuan bangsa,Ä integritas wilayah, serta kesatuan ekonomi, ditarik garis-garis pangkal lurus yang menghubungkan titi-titik terluar dari pulau-pulau terluar. Negara berdaulat atas segalaÄ perairan yang terletak dalam garis-garis pangkal lurus termasuk dasar laut dan tanah dibawahnya serta ruang udara di atasnya, dengan segala kekayaan didalamnya. Laut territorial seluas 12 mil diukur dari pulau yang terluar. Hak lintas damai kapal asingÄ melalui perairan Nusantara (archipelago watwrs) dijamin tidak merugikan kepentingan negara pantai, baik

keamanan maupun ketertibannya.

• UNCLOSS 1982:

Melalui Konfrensi PBB tentang Hukum Laut Internasional ke-3 tahun 1982, pokok-pokok negara kepulauan berdasarkan Archipelago Concept negara Indonesia diakui dan dicantumkan dalam UNCLOS 1982 (United Nation Convention on the Law of the Sea) atau konvensi PBB tentang Hukum Laut. Indonesia meratifikasi Unclos 1982 melalui UU No.17 th.1985 dan sejak 16 Nopember 1993 Unclos 1982 telah diratifikasi oleh 60 negara sehingga menjadi hukum positif (hukum yang berlaku di masing-masing negara). Berlakunya Unclos 1982 berpengaruh dalam upaya pemanfaatan laut bagi kepentingan kesejahteraan seperti bertambah luas ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) dan Landas Kontinen Indonesia.

Pengertian Wawasan Nusantara Menurut Unsur , Landasan , Latar Belakang , Asas , Arah Pandang , Kedudukan Serta Fungsi
IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA DALAM KEHIDUPAN NASIONAL

1. Pengertian Wawasan Nusantara.
• Pengertian Wawasan Nusantara berdasarkan Tap MPR Tahun 1993 dan 1998,Wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 yaitu : cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan
mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam meyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

• Pengertian Wawasan Nusantara Menurut Kelompok Kerja Wawasan Nusantara Untuk Diusulkan Menjadi Tap MPR Yang Dibuat Lemhanas Tahun 1999. Wawasan Nusantara adalah :
Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam meyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

2. Ajaran Dasar Wawasan Nusantara.
Pengertian Wawasan Nusantara dalam Geopolitik Indonesia adalah:
• Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebinekaan dalam setiap kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Landasan Idiil adalah Pancasila . Landasan Konstitusional adalah UUD 1945.
3. Unsur Dasar Konsepsi Wawasan Nusantara.
Konsepsi Wawasan Nusantara terdiri atas 3 unsur dasar :
• Wadah (Contour). Meliputi, wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya adalah bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Setelah merdeka NKRI mempunyai organisasi kenegaraan yang merupakan wadah, bagi berbagai kegiatan kenegaraan dala wujud Supra Struktur Politik dan berbagai kegiatan kemasyarakatan dalam wujud Infra Struktur Politik.

• Isi (Content). Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di dalam masyarakat dan dicita-citakan, serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Isi menyangkut 2 hal yang esensial :
- Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan perwujudannya dalam pencapaian cita-cita dan tujuan nasional.
- Persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.

• Tata Laku (Conduct). Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan Isi yang terdiri atas:
- Tata Laku Batiniah, mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
- Tata Laku Lahiriah, mencerminkan tindakan, perbuatan dan perilaku bangsa Indonesia. Kedua hal tersebut mencerminkan jatidiri dan kepribadian bangsa Indonesia yang berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang mempunyai rasa bangga dan cinta terhadap tanah air dan bangsa sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

4. Hakikat Wawasan Nusantara.
Hakikat Wawasan Nusantara adalah: Keutuhan Nusantara atau Nasional, dalam pengertian : Cara pandang yang utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Ini berarti, setiap warga bangsa dan aparat negara, harus berfikir, bersikapdan bertindak secara utuh menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

5. Asas Wawasan Nusantara.
Asas Wawasan Nusantara adalah ketentuan ketentuan atau kaidah-kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen atau unsur pembentuk bangsa (suku, bangsa, golongan dll) terhadap kesepakatan atau komitmen bersama. Jika asas Wawasan Nusantara diabaikan maka berarti cerai berainya bangsa
dan negara Indonesia. Asas Wawasan Nusantara terdiri dari :
• Kepentingan yang sama.
• Keadilan.
• Kejujuran.
• Solidaritas.
• Kerjasama.
• Kesetiaan.




6. Arah Pandang Wawasan Nusantara.
Arah pandang wawasan nusantara meliputi :
• Arah Pandang Ke Dalam. Bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek
kehidupan nasional baik aspek alamiah dan aspek sosial.

• Arah pandang ke dalam mengandung arti, bangsa Indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktorfaktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan.

• Arah Pandang Ke Luar.
Bertujuan menjamin kepentingan nasional dalam pergaulan dunia yang serba berubah dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial serta mengembangkan suatu kerjasama dan saling menghormati. Arah pandang keluar mengandung arti, bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan demi tercapainya tujuan nasional.

7. Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara.
• Kedudukan Wawasan Nusantara. ¾ Landasan Visional, sebagai ajaran yang diyakini kebenarannya, agar tidak terjadi penyimpangan dalam pencapaian tujuan nasional. ¾ Wawasan Nusantara dalam Paradigma Nasional dapat dilihat dari stratifikasinya :
- Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar negara berkedudukan sebagai Landasan Idiil.
- UUD 1945 sebagai konstitusi negara berkedudukan sebagai Landasan Konstitusional.
- Wawasan Nusantara sebagai visi nasional berkedudukan sebagai Landasan Visional.
- Ketahanan Nasional sebagai konsepsi nasional berkedudukan sebagai Landasan Konsepsional.
- GBHN Sebagai Politik Strategi Nasional (Kebijakan Dasar Nasional) berkedudukan sebagai Landasan Operasional.

Fungsi Wawasan Nusantara.
Wawasan Nusantara berfungsi sebagai : Pedoman, motivasi, dorongan dan rambu-rambu dalam menentukan kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan baik bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

• Tujuan Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara bertujuan, mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan orang perorang ataupun golongan.