Minggu, 06 November 2011

4.Analisa dan Hasil Penelitian

4.1 Analisa dan Hasil Penelitian

Pada penelitian digunakan 2 metode untuk menganalisa data primer yang telah diperoleh, yakni metode analisa deskriptif dan metode analisa statistik. Metode analisa deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data primer yang berupa kuesioner yang telah diperoleh dari responden penelitian. Sedangkan metode analisa statistik , selain untuk menguji uji validitas dan reabilitas dari kuesioner, metode analisa statistik juga digunakan untuk melakukan analisa regresi berganda.
1.Analisa deskriptif
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Dari kuesioner tersebut
diperoleh gambaran umum mengenai karateristik responden. Karateristik tersebut meliputi jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.
a.1 Karateristik berdasarkan umur
Diketahui bahwa kategori umur yang paling banyak diteliti adalah umur 20-30 tahun sebanyak 125 orang responden. Untuk kategori umur paling sedikit adalah umur 30 tahun keatas.

a.2 Karateristik berdasarkan jenis kelamin
                Berdasarkan data-data pada kuesioner yang telah disebar oleh peneliti kepada 125 orang responden, diperoleh data mengenai jenis kelamin responden penelitian. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dalam penelitian ini jumalh responden perempuan lebih banyak .
Analisa Statistik
1.Untuk mengetahui validitas pada setiap butir pernyataan dalam kuesioner
-          Jika r hitung > r tabel maka pernyataan itu valid
-          Jika r hitung < r tabel maka pernyataan itu tidak valid

1.Untuk mengetahui reliabilitas kuesioner:
-          Jika r alpha > r tabel maka pernyataan tersebut reliabel
-          Jika r alpha < r tabel maka pernyataan tersebut tidak reliabel

B.1 Analisis Regresi Linear Berganda
Dalam  pengolahan  data  dengan  menggunakan regresi linier  berganda,  dilakukan beberapa tahapan untuk  mencapai  hubungan  antar  variabel  dependen dengan variabel independen.
Y= a + b1x1 + b2x2 + b3x3 +e

Berdasarkan dari persamaan tersebut diperoleh persamaan regresi linear berganda:
Y = 0.246 XProduct (X1) + 0.266 XPrice (X2) +0.248 XPromotion+e

dari persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
  1. Konstanta (a) 0,246 menunjukan harga konstanta, dimana jika variabel X1 dan X2 = 0 maka keputusan (Y) + 0,246
  2. Koefisien X2 (b2) = 0,266 menunjukan bahwa variabel independen melalui harga (X2) berpengaruh dominandalam mengambil keputusan pemakaian jasa warnet di kebagusan. Dan sepatutnya ihak warnet lebih memperhatikan price yang ditawarkan bagi pemakai demi kelangsungan dan keberhasilan warnet tersebut.

5. SARAN DAN KESIMPULAN
Berdasarkan  dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap masyarakat dikebagusan sgar dapat bermanfaat diantaranya : 1. Bagi pengelola warnet dikebagusan. Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna dalam bidang pemasaran dan lebih focus pada perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pemakaian jasa warnet. Bagi masyarakat sebagai pertimbangan pengambilan keputusan pemakaian jasa warnet di kebagusan dengan memperhatikan factor yang disediakan warnet tersebut. 2. Bagi peneliti, dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan dibidang pemasaran khususnya mengenai factor perilaku konsumen.  

5.1 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan kesimpulan yang dapat ditarik adalah dari factor perilaku konsumen , price (X2) mempunyai pengaruh dominan dalam pengambilan keputusan pemmakaian jasa warnet di kebagusan. Hal ini dapat dilihat dari coefisients standardized price (X2 paling besar yaitu sebesar 0,266. Jadi hipoteris yang kedua (H2) diterima, dan sepatutnya pihak warnet lebih memperhatikan, dan mempertahankan price yang ditawarkan bagi pemakai demi kelangsungan dari keberhasilan warnet tersebut.      

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasaan yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
  1. Hasil uji regresi berganda Y= a + b1x1 + b2x2 + b3x3 +e dengan menggunakan uji F dan uji t menyatakan bahwa secara simultan maupun parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara bauran pemasaran (product, price dll), individu konsumen, dan pengaruh lingkungan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet dikebagusan.
  2. Hasil perhitungan berdasarkan standardized coefficient jg mengatakan bahwa variable yang memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet dikebagusan adalah price. 

Minggu, 23 Oktober 2011

3. METODELOGI PENELITIAN

3.2 Data dan Variabel
Product (X1) : Apasaja fasilitas pruduk yang dapat dinikmati konsumen dalam menggunakan warnet dikebagusan.

Price (X2) : yaitu bagaimana harga yang ditawarkan pada layanan jasa warnet dikebagusan karna merupakan salah satu factor yang sangat penting bagi konsumen

Promotion (X3) : yaitu promosi apasaja yang dilakukan oleh pemilik warnet apakah dengan spanduk ,brosur dsb

Keputusan pemakaian jasa warnet (Y) : banyak factor yang mempengaruhi seperti factor bauran promosi,individu konsumen dan pengaruh lingkungan

3.3 Teknik Pengumpulan Data
Pada penelitian ini terkait yang digunakan untuk mendapatkan data adalah dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara tertulis kepada konsumen didaerah kebagusan yaitu dalam bentuk kueisoner. Kuesioner yang telah disusun yang diberikan alternatif jawaban bagi responden untuk menjawabnya.

3.4 Sumber Data
a. Data primer
      Yaitu data yang diperoleh atau dengan survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data original. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kueisoner untuk memperoleh data dari para responden.

b. Data sekunder
      Yaitu data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data. Untuk memperoleh data sekunder, peneliti melakukan studi pustaka, penelaan majalah-majalah dan internet.

3.5 Tahapan Penelitian
  • Meneliti suatu objek
  • Membuat kuesioner
  • Membagikan kuesioner tersebut kepada para responden
  • Mengumpulkan kuesioner
  • Mengolah datanya menjadi sebuah laporan


3.6 Sampel dan Populasi
Sampel

Penelitian  ini  jumlah  populasinya   tidak  bisa diketahui  secara  pasti,  maka  berdasarkan  Malhotra (1999),   untuk  menentukan  jumlah  sampel  dapat ditentukan  yaitu  minimum  4  atau  5  kali  jumlah variabel yang digunakan. Maka jumlah sampel yang digunakan sebanyak 125 responden.

Populasi
Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  seluruh pemakai warnet yang ada dikebagusan.

Minggu, 16 Oktober 2011

FAKTOR YG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN DALAM MEMAKAI JASA INTERNET PADA WARNET “WARU NET” DIKEBAGUSAN

2. LANDASAN TEORI

2.2 HIPOTESIS  
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan jasa internet pada warnet di kebagusan 
1. Pengertian Jasa (service)
Menurut Kotler (2000), pengertian jasa yaitu adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak dapat mengakibatkan kepemilikan apapun produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada suatu produk fisik.

2.Karakteristik dan sifat jasa
Kotler (2000) mengatakan bahwa jasa memiliki empat karakteristik utama yang sangat mempengaruhi rancangan program pemasaran jasa, yaitu tidak nyata( intangible), tidak terpisahkan (inseparable), variable (variable), dan tidak dapat disimpan (perishable).

3. Bauran Pemasaran
Menurut Payne (2000) bauran pemasaran yang diperluas (4P + 3P) adalah tempat untuk jasa, Yaitu meliputi unsure tradisiaonal bauran pemasaran 4P (Product, Price, Promotion, dan Place) ditambah 3P (People, Proces, dan Provision
4. Perilaku Konsumen
Menurut James F. Angel, Rojer D Blackwell. Dan paul W Miniard (1995), merupakan suatu konsep tindakan yang mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan product (barang atau jasa) yang dapat memberikan kepuasan, kebutuhan dan keinginannya.

Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah :
H1 : Faktor-faktor bauran pemasaran jasa, individu konsumen, pengaruh lingkungan baik secara simultan maupun parsial berpengaruh secara signifikan dalam pengambilan keputusan pemakaian jasa warnet

H2 : Pemakaian factor-faktor tersebut variable price merupakan variable yang dominan mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan pemakaiaan jasa warnet

2.3 PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Faktor bauran promosi, individu konsumen dan pengaruh lingkungan merupakan factor yang mempengaruhi keputusan konsumen menggunakan jasa internet pada warnet dikebagusan. 

2.4 TINJAUAN PENELITIAN TERDAHULU
Sujoko staf pengajar fakultas Ekonomi UNTAG ’45 Surabaya (jurnal) “FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMAKAIAN JASA WARNET DI KOTA JEMBER” tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variable independen secara simultan terhadap variable dependen.
Hasil dari uji validitas intrumen ini penelitian menunjuakan bahwa semua item penelitian adalah valid.Hal ini dapat diketahui dari signifikan dari hasil perhitungan korelasi lebih kecil dari 0,05. Hasil pengujian reabilitas instrument penelitian menunjukan bahwa semua penelitian adalah reabel hal ini dapat diketahui bahwa semua variable penelitian ini mempunyai koefisien keandalan/ alpa sama dan lebih besar dari 0,6. Dengan menggunakan uji ANOVA yang memperlihatkan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (30.754 > 3.4) ini bisa dibuktikan dengan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.050 .   

Senin, 10 Oktober 2011

PERILAKU KONSUMEN DAN TINDAKAN PEMASARAN

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam mengenal konsumen kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri. Suatu metode didefinisikan sebagai suatu wakil realitias yang di sederhanakan. Model perilaku konsumen dafat didefinisikan sebagai suatu sekema atau kerangka kerja yang di sederhanakan untuk menggambarkan aktiviras-aktiviras konsumen. Model perilaku konsumen dapat pula di artikan sebagai kerangka kerja atau suatu yang mewakili apa yang di yakinkan konsumen dalam mengambil keputusan membeli. Adapun yang mempengaruhi factor-faktor perilaku konsumen yaitu: Kekuatan sosial budaya terdiri dari faktor budaya, tingkat sosial, klompok anutan (small referebce grups), dan keluarga. Sedangkan kekuatan pisikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan. Sedangkan tujuan dan fungsi modal perilaku konsumen sangat bermanfaat dan mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui mengenai perilaku konsumen. Menganalisis perilaku konsumen akan lebih mendalam dan berhasil apa bila kita dapat memahami aspek-aspek pisikologis manusia secara keseluruhan. Kemampuan dalam menganalisis perilaku konsumen berarti keberhasilan dalam menyalami jiwa konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian berarti pula keberhasilan pengusaha, ahli pemasaran, pimpinan toko dan pramuniaga dalam memasarkan suatu produk yang membawa kepuasan kepada konsumen dan diri pribadinya


BAB II
ISI
Perilaku konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dananya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. CONSUMER BEHAVIOR AND MARKETING ACTION menyatakan bahwa strategi pemasaran harus berlandaskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen.

TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
1).Konsumen Individu Pilihan merek dipengaruhi oleh ;
Kebutuhan konsumen,  Persepsi atas karakteristik merek, dan Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
2).Pengaruh Lingkungan Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh
Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan. Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen),  Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan
3. Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
Marketing strategy Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah : Barang,  Harga, Periklanan dan Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.

Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen. Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan merek. Pengalaman konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi. Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Karena itu penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian dimasa yang akan datang. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Tipologi pengambilan keputusan konsumen : 1. Keluasan pengambilan keputusan ( the extent of decision making) Menggambarkan proses yang berkesinambungan dari pengambilan keputusan menuju kebiasan. Keputusan dibuat berdasrkan proses kognitip dari penyelidikan informasi dan evaluasi pilihan merek. 2. Dimensi atau proses yang tidak terputus dari keterlibatan kepentingan pembelian yang tinggi ke yang rendah. Pembelian berhubungan secara erat dengan kepentingan dan image konsumen itu sendiri. Beberapa resiko yang dihadapi konsumen adalah resiko keuangan , sosial, psikologi.. Keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah dimana tidak begitu penting bagi konsumen, resiko finansial, sosial, dan psikologi tidak begitu besar. keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah umumnya memerlukan proses keputusan yang terbatas “ a limited process of decision making”. Pengambilan keputusan vs kebiasaan dan keterlibatan kepentingan yang rendah vs keterlibatan kepentingan yang tinggi menghasilkan empat tipe proses pembelian konsumen.
 EMPAT TIPE PROSES PEMBELIAN KONSUMEN : 1. Proses “ Complex Decision Making “, terjadi bila keterlibatan kepentingan tinggi pada pengambilan keputusan yang terjadi. Contoh pengambilan untuk membeli sistem fotografi elektronik seperti Mavica atau keputusan untuk membeli mobil. Dalam kasus seperti ini, konsumen secara aktif mencari informasi untuk men gevaluasi dan mempertimbangkan piihan beberapa merek dengan menetapkan kriteria tertentu seperti kemudahan dibawa dan resolusi untuk sistem kamera elektronik, Konsep perilaku kunci seperti persepsi, sikap, dan pencarian informasi yang relevan untuk pengembangan stratergi pemasaran. Proses “ Brand Loyalty “. Ketika pilihan berulang, konsumen belajar dari pengalaman masa lalu dan membeli merek yang memberikan kepuasan dengan sedikit atau tidak ada proses pertimbangan dalam pengambilan keputusan. 2. Proses “ Limited Decision Making “. Konsumen kadang-kadang mengambil keputusan walaupun mereka tidak memiliki keterlibatan kepentingan yang tinggi, mereka hanya memiliki sedikit pengalaman masa lalu dari produk tersebut. Konsumen membeli barang mencoba-coba untuk membandingkan terhadap makanan snack yang biasanya dikonsumsi. Pencarian informasi dan evaluasi terhadap pilihan merek lebih terbatas dibanding pada proses pengambilan keputusan yang komplek. Keterlibatan kepentingan yang rendah, konsumen cenderung akan berganti merek apabila sudah bosan mencari variasi lain sebagai perilaku pencari variasi akan melakukan apabila resikonya minimal 3. Proses “ Inertia “. Tingkat kepentingan dengan barang adalah rendah dan tidak ada pengambilan keputusan. Inertia berarti konsumen membeli merek yang sama bukan karena loyal kepada merek tersebut, tetapi karena tidak ada waktu yang cukup dan ada hambatan untuk mencari alternatif, proses pencarian informasi pasif terhadap evaluasi dan pemilihan merek.

BAB III
PENUTUP
Pengambilan keputusan konsumen menghubungkan konsep perilaku dan strategi pemasaran melalui penjabaran hakekat pengambilan keputusan konsumen. Kriteria apa yang digunakan oleh konsumen dalam memilih merek akan memberikan petunjuk dalam manajemen pengembangan strategi. Ada perbedaan antara pengambilan keputusan dan keputusan dengan keterlibatan kepentingan yang tinggi dan keputusan dengan keterlibatan kepentingan yang rendah.
Kondisi keterlibatan konsumen akan suatu produk, apabila produk tersebut adalah :
1. Penting bagi konsumen karena image konsumen sendiri, misalnya pembelian mobil sebagai simbol status.
2. Memberikan daya tarik yang terus menerus kepada konsumen, misal dalam dunia mode ketertarikan konsumen model pakaian.
3. Mengandung resiko tertentu, misal resiko keuangan untuk membeli rumah, resiko teknologi untuk pembelian komputer.
4. Mempunyai ketertarikan emosional, misal pencinta musik membeli Sistem stereo yang baru. 5. Dikenal dalam kelompok grupnya atau “ badge “ value dari barang yang bersangkutan, seperti jaket kulit, mobil marsedes atau scarf dari Gucci. Gambar 2.1 Model keterlibatan konsumen :
Tipe Keterlibatan :
1. Situational involvement. Terjadi hanya dalam situasi khusus dan sementara dan umumnya bila pembelian itu dibutuhkan.
2. Enduring involvement, terus menerus dan lebih permanen umumnya terjadi karena ketertarikan yang berlangsung terus dalam kategori produk, walaupun pembelian itu dibutuhkan atau tidak.

Sumber :
http://ocktaviani.wordpress.com/2009/12/10/artikel-perilaku-konsumen/
http://community.gunadarma.ac.id/archive/mod_blog/id_25336/title_perilaku-konsumen/